KUDUS – jursidnusantara.com Malam Nisfu Sya’ban menjadi momen istimewa dalam kalender Islam. Di mana catatan amal manusia selama satu tahun diganti dengan yang baru. Malam ini juga menjadi kesempatan bagi umat islam untuk memohon ampunan serta memperbaiki hubungan manusia dengan sang Kholiq.
Tampak ratusan warga dukuh Jetak Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus hadir mengikuti kegiatan malam Nisfu Sya’ban di Masjid Besar Darussalam pada Kamis, 15 Sya’ban 1446 H/13 Februari 2025 malam.


KH. Nor Rosyid dalam mauidhoh Hasanahnya menjelaskan, bahwa malam Nisfu Sya’ban jatuh pada pertengahan bulan Syaban 1446 Hijriah. Bertepatan dengan 13 Februari 2025. Nisfu berarti pertengahan. Malam ini memiliki makna penting karena menjadi pembukaan lembaran baru dalam catatan amal manusia.
Sebelum membahas amala Nisfu Sya’ban KH. Nor Rosyid menjelaskan tentang Qodho dan Qodar ketetapan Allah SWT yang sudah ada di Lauhil Mahfudz.
A. Pembahasan Tentang Qadha dan Qadar
Qadha adalah ketetapan Allah SWT sejak sebelum penciptaan alam semesta (zaman azali). Penetapan qadha sesuai kehendak Allah SWT, tentang berbagai hal yang berhubungan dengan makhlukNya.
Sedangkan Qadar adalah perwujudan ketetapan Allah SWT (qadha) yang sering disebut takdir. Qadha adalah rencana dan Qadar adalah perwujudan atau kenyataan, yang hubungan keduanya tak mungkin dipisahkan.
“Jadi apa arti iman kepada qada dan qadar? Artinya percaya sepenuh hati pada ketetapan Allah SWT, namun bukan berarti tidak berusaha (ikhtiar). Karena keberhasilan tidak akan tercapai tanpa usaha.
B. Macam dan pengertian takdir
1. Takdir Mubram
Ketetapan ini adalah mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku. Manusia tidak diberi peran untuk mewujudkan takdir ini. Contoh Takdir Mubram adalah kematian, kelahiran, dan jenis kelamin.
2. Takdir Mu’allaq
Ketentuan ini masih bisa diubah melalui usaha, kerja keras, dan doa. Misal belajar dan berusaha untuk memperbaiki prestasi sekolah, tertabrak kita berusaha untuk berhati-hati dijalan taati peraturan lalu lintas.
Ia juga mengibaratkan catatan amal tahun sebelumnya seperti laporan pertanggungjawaban (LPJ), di mana amal perbuatan selama tahun 2024 akan diperiksa sebelum dibuka catatan baru untuk tahun 2025.
Disinilah maksudnya kita dianjurkan untuk selalu berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah SWT, agar ketetapan dan kepastian kita yang sudah digariskan bisa dirubah
“Jika LPJ tahun sebelumnya belum selesai, maka akan ada konsekuensi di dunia maupun akhirat,” ungkapnya.
Lebih lanjut KH Nor Rosyid menekankan pentingnya keselamatan di dunia dan akhirat.
“Selamat di kemudian hari artinya lolos dari pemeriksaan amal, dan selamat di hari kemudian berarti kita tidak akan mendapat pertanyaan berat di akhirat nanti. Setiap amal akan tercatat dan harus dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban
Pada malam penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai ibadah, antara lain: memperbanyak istighfar dan taubat, melaksanakan sholat malam (Qiyamullail), membaca Al-Qur’an, berpuasa sunnah, membaca surah Yasin sebanyak tiga kali.
Pembacaan surat Yasin yang pertama diniati agar diberi umur panjang dan ketaatan dalam beribadah, kemudian niat yang kedua agar terhindar dari marabahaya, serta dapat rezeki yang berlimpah, dan bacaan Surat Yasin yang ketiga kita niatkan untuk diberi kelapangan hati dan Husnul Hotimah diakhir hayat.
Malam Nisfu Sy’aban dipandang sebagai malam yang penuh rahmat dan pengampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk merenungkan amal perbuatan selama setahun terakhir serta berdo’a bagi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang terdekat.
Di akhir Mauidhoh Hasanahnya Beliau membaca istighfar dan juga menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah yang hadir di Masjid Besar Darussalam Jetak Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus.
“Jika ada kesalahan dalam menyampaikan tausiyah selama ini, saya memohon maaf dan ridho dari semuanya,” pungkasnya.
(Elm@n)












