Berita  

Ratusan Orang Keracunan, Diduga Karena Makan Nasi Hajatan

PATI, jursidnusantara.com – Sebanyak 158 orang di Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati mengalami keracunan massal pada Selasa malam, 24 Desember 2024. Gejala yang dialami warga yakni demam dan muntah, efek tersebut muncul setelah seratusan warga tersebut diduga mengkonsumsi makanan hajatan.

Warga melaporkan gejala seperti mual, muntah, diare, demam, hingga menggigil. Para korban dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Juwana, RS Budi Agung, RSUD RAA Soewondo, dan RS Mitra Bangsa.

Warga yang terdampak mulai merasakan gejala pada Selasa (24/12) pagi, dengan puncaknya terjadi di malam hari.

 

Kasi Kesejahteraan Desa Tluwah, Dewi Riyani, menyebutkan bahwa Pemdes langsung bertindak setelah menerima laporan pertama.

“Kami memantau fasilitas kesehatan terdekat dan melakukan sweeping di desa. Hasilnya, banyak warga menunjukkan gejala serupa,” ujarnya.

Dari total korban, 8 orang dirawat inap di RS Budi Agung, 18 di Puskesmas Juwana, 2 di RSUD RAA Soewondo, 4 di RS Mitra Bangsa, dan sisanya menjalani rawat jalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, menyatakan bahwa sampel makanan sudah diambil untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Semarang.

 

Pemerintah desa Tluwah juga segera membuat posko kesehatan di Balai Desa dengan mendatangkan tim medis dari Puskesmas Juwana.

Kepala Desa Tluwah, Agus Riyanto mengatakan, ada 158 warga yang mengalami gejala tersebut.

Saat ini, sebanyak 8 orang telah mendapatkan perawatan intensif di RS Budi Agung, 18 Puskesmas Juwana, 2 di RSUD RAA Soewondo Pati, dan 4 orang di RS Mitra Bangsa Pati.

Menurutnya awalnya ada beberapa warga yang mengalami gejala sakit demam hingga muntah mirip keracunan.

“Kemudian saya cek ke RS Budi Agung, memang banyak warga saya yang sudah ada di situ. Terus dari sana kita cek lagi ke puskesmas. Itu ada 2 yang rawat jalan,” jelasnya.

Hingga kini, sejumlah warga yang menjadi korban sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan yang lain masih harus mendapatkan perawatan.

 

/Red.