POLRI  

Bhabinkamtibmas Polresta Pati Ini Berikan Dedikasi Penuh Untuk Bantu Dhuafa

Pati,JSN ,25 Oktober 2022,Kinerja Polri akhir-akhir ini tengah menjadi sorotan masyarakat umum. Hal itu lantaran banyaknya peristiwa yang melibatkan oknum-oknum kepolisian yang mencoreng citra institusi tersebut.

Namun, di tengah banyaknya ketidakpercayaan masyarakat atas kinerja Polri, tak sedikit juga polisi-polisi baik yang berada di tengah masyarakat.

Salah satunya adalah Aipda Hartono. Sosok bhabinkamtibmas di Desa Sitirejo tersebut membentuk komunitas sosial Relawan Pencari Berkah (RPB) yang memiliki program memberikan bantuan sosial kepada orang jompo, orang sakit menahun, anak yatim piatu yang memang sangat membutuhkan bantuan. Komunitas sosial tersebut setiap bulannya memperoleh data masyarakat yang membutuhkan dari usulan masyarakat. Bantuan sosial yang diberikan tersebut berupa paket sembako senilai Rp 500.000,- dan uang tunai sebesar Rp 2.500.000,-.
Selain itu komunitas sosial RPB juga mempunyai program Sedekah Makanan Kotak (SEMAK) lebih dari 100 kotak makanan dibagikan setiap dua minggu sekali di hari Jumat dengan sasaran pondok pesantren, pengemis, musafir dan ODGJ dana yang digunakan tersebut diperoleh dari hasil iuran seluruh anggota komunitas sosial Relawan Pencari Berkah (RPB) tersebut.

“Setiap bulan kita secara rutin memberikan bantuan sosial berupa paket sembako senilai Rp 500.000,- dan uang tunai senilai Rp. 2.500.000,- kepada orang jompo, sakit menahun anak yatim piatu yang memang sangat membutuhkan bantuan. Selain itu setiap dua minggu sekali di hari Jumat kita juga membagikan makanan kepada pondok pesantren, pengemis, musafir dan ODGJ melalui program Sedekah Makanan Kotak (SEMAK). Dana yang digunakan itu berasal dari iuran dari seluruh anggota komunitas RPB” kata Aipda Hartono (25/10/22).

Read  Rombongan Polresta Pati Datangi desa Sidoarum Jakenan.

Saat membagikan Sedekah Makanan Kotak ke pondok pesantren, Aipda Hartono sekaligus memberikan edukasi tentang banyak hal diantaranya tertib berlalu lintas, bahaya narkoba dan bahaya faham radikalisme, intoleran dan anti pancasila. Salah satu Bhabinkamtibmas teladan itu menyebutkan bahwa selain melaksanakan kegiatan sosial di atas yang bersangkutan juga berperan sebagai kepala sekolah TPQ Ar-Royan yang bertempat di Dk. Lemahbang, Desa Sumbersari , Kec. Kayen, Kab. Pati.

“Selain membagikan makanan kotak di pondok pesantren, Saya sekaligus memberikan edukasi kepada para santri tentang tertib berlalu lintas, bahaya narkoba, dan bahaya faham radikalisme, intoleran dan anti pancasila. Di samping itu saya diberi amanah juga untuk membina TPQ Ar-Royan yang memiliki murid sebanyak 60 orang.” tandasnya.

Read  33 Begenggek dari Kafe Karaoke Digaruk Polisi Saat Operasi Cipta Kondisi Menjelang Nataru.

Anggota Polresta Pati itu menyebut, saat ini kelompok sosial yang diinisiasinya itu juga memiliki program rumah ruqyah Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) untuk pengobatan medis dan non medis dengan cara membacakan ayat suci Al-Qur’an dan Sholawat. Aipda Hartono dan tim tidak pernah memberi tarif bahkan menggratiskan pelayanan ruqyah untuk masyarakat tersebut. Karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat banyak, Aipda Hartono dan tim sering diundang hingga lintas Kabupaten.

“Kita juga memiliki program rumah ruqyah yang bernama Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) dengan metode pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan Sholawat sebagai ihtiyar pengobatan penyakit medis dan non medis, bahkan kita sering diundangke luar kota seperti Kudus, Demak, Grobogan, Rembang, Jepara, hingga Semarang.” ujar dia.

Aipda Hartono bercerita awal mula dirinya diminta pertolongan oleh tetangganya yang mengalami kesurupan, dengan pengetahuan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dirinya membacakannya dan meniupkan ke kepala pasiennya. Sejak saat itu banyak tetangga hingga masyarakat dari luar desanya malah mengenalnya sebagai “Polisi Ruqyah”.

“Di desa saya bertugas, bahkan di desa saya tinggal, ada juga yang dari luar kota minta bantuan saya melakukan ruqyah. Awal pengobatan kita lakukan diagnosa sakitnya apa, baru tahapan-tahapan mulai mengajak istighfar hingga bacaan doa,” tutur dia.

Read  Pembunuh Istri yang Hamil Dua Bulan Diringkus Polisi

Menariknya, lantaran keahliannya tersebut ia mendapatkan julukan unik dari masyarakat desa binaan tempat dirinya bertugas. “Saya dikenal dengan nama “Pak Babin ruqyah,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Pati, AKBP Cristian Tobing mengatakan bangga dengan apa yang dilakukan oleh anggotanya, bahkan di luar jam dinasnya masih melakukan tugas-tugas untuk kemaslahatan bersama. Ia mengaku memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Aipda Hartono sebagai wujud implementasi dari program prioritas Polri Presisi, Polda Jateng Hadir dan Polresta Pati Sahabat.

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh atas dedikasi seluruh anggota yang mampu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Kapolresta Pati itu.

(Sumber : Humas Resta Pati).