Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati Tancap Gas Benahi Tata Kelola dan Tingkatkan Layanan

PATI jursidnusantara.com  – Belum genap satu bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, dr. Ahmad Husin, Sp.PD., M.Kes langsung tancap gas melakukan pembenahan tata kelola dan peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pati.

Saat menemui awak media di ruang kerjanya, didampingi Kepala Bidang Keperawatan Mustahal, S.Kep, dr. Ahmad Husin memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah disiapkan, mulai dari pembentukan kembali Dewan Pengawas (Dewas), penguatan sumber daya manusia, hingga pengadaan alat kesehatan melalui Perubahan APBD 2026.

Menurutnya, usulan nama-nama Dewas telah disampaikan kepada Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dan kini tinggal menunggu proses pengesahan.

“Usulan nama-nama Dewas sudah kami sampaikan kepada Pak Candra. Tinggal menunggu pengesahan. Komposisinya nanti sesuai aturan, terdiri dari unsur pemerintah, tenaga profesional, dan unsur lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembentukan Dewas kali ini dilakukan sepenuhnya mengacu pada regulasi agar tata kelola rumah sakit berjalan lebih baik.

Selain itu, dr. Ahmad Husin juga memprioritaskan peningkatan pelayanan melalui pengadaan sarana dan prasarana, salah satunya alat pemecah batu ginjal modern yang memungkinkan pasien menjalani tindakan tanpa operasi terbuka.

“Kalau alat ini sudah tersedia, pasien tidak perlu lagi menjalani operasi. Penanganannya menggunakan teknologi pemecah batu sehingga lebih nyaman dan proses pemulihannya lebih cepat,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini cukup banyak pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain karena fasilitas tersebut belum tersedia di RSUD RAA Soewondo Pati. Kehadiran alat itu diharapkan mampu mengurangi angka rujukan sekaligus melengkapi layanan urologi.

Di bidang layanan jantung, RSUD RAA Soewondo juga terus meningkatkan kompetensi tenaga medis melalui program proctorship, yakni pendampingan dokter oleh tim ahli dari Rumah Sakit Jantung Jakarta dan RSUP Dr. Kariadi Semarang agar dokter rumah sakit mampu melakukan tindakan secara mandiri sesuai standar.

Di sisi lain, dr. Ahmad Husin mengakui RSUD RAA Soewondo masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan. Meski demikian, seluruh tenaga kesehatan yang sebelumnya sempat diputus kontraknya kini telah ditarik kembali untuk memperkuat pelayanan.

Menurutnya, kekurangan tersebut masih dapat disiasati dengan pengaturan pola kerja dan optimalisasi sumber daya manusia yang ada sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Kekurangan tenaga masih bisa kita siasati sambil menunggu pemenuhan kebutuhan secara bertahap,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh usulan pengadaan alat kesehatan dalam Perubahan APBD 2026 dapat memperoleh persetujuan sekitar September hingga Oktober mendatang. Dengan pembenahan tata kelola, penambahan fasilitas, dan penguatan SDM, RSUD RAA Soewondo Pati diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

error: Content is protected !!