KUDUS – jursidnusantara.com Tradisi buka luwur makam Kangjeng Sunan Kudus kembali digelar tahun ini. Berbagai kegiatan Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus 1448 H / 2026 M yang berlangsung pada 1–10 Muharram 1448 H (16–25 Juni 2026).
Berbagai agenda keagamaan, sosial, budaya, dan pelestarian tradisi diselenggarakan di Kompleks Menara Kudus sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan dan dakwah Kangjeng Sunan Kudus.
Ketua panitia kegiatan Buka Luwur Makam Kangjeng Sunan Kudus, Ah. Arinal Haq mengatakan, bahwa rangkaian kegiatan buka luwur pada tahun ini meliputi; penjamasan, bahsul masail, santunan anak yatim, pembacaan Al-Barzanji dan Diba’, pembagian brekat shodaqoh dan umum, juga pengajian umum, hingga prosesi puncak upacara buka luwur.
“Tadisi buka luwur yaitu melepas kain selubung makam Kangjeng Sunan Kudus setiap awal bulan Muharram dalam hitungan Hijriyah. Tradisi buka luwur digelar puncaknya pada 10 Muharram,” kata Ah. Arinal Haq pada, 23 Juni 2026.
Arinal Haq juga menjelaskan, rangkaian kegiatan buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus pada tahun ini sudah dimulai dengan Penjamasan Pusaka Kangjeng Sunan Kudus pada Senin Wage 15 Dzul Hijjah 1447 H/ 1 Juni 2026 M lalu.
Kegiatan pengajian tahun baru 1448 Hijriyyah pada malam Selasa Wage 1448 H/15 Juni 2026 M. Dengan Qori’ Ustadz Abdurrahman Mufidz (Demak) Pitutur Luhur KH Saifuddin Luthfi. Dimasjid Al-Aqsha Menara Kudus, pada pukul 20.00 WIB.

Acara dilanjutkan dengan prosesi pelepasan luwur pada pukul 06.00 WIB di pesarean makam Kangjeng Sunan Kudus pada Selasa 1 Muharram 1448 H/16 Juni 2026 M.
Untuk penerimaan shodaqoh tanggal 1-10 Muharram 1448 H/16-24 Juni 2026 M, pada Selasa Wage hingga malam Kamis Pon pukul 07.00 – 22.00 WIB di Pos Security Menara Kudus.

Selanjutnya ada Pasar Kuliner yang digelar di Alun-alun Kulon yang dimulai tanggal 1-10 Muharram 1448 H/16-24 Juni 2026 M dari pukul 09.00-22.00 WIB.
Kemudian ada acara Bahtsul Masail digelar di Masjid Al-Aqsha Kudus pada malam Sabtu Pon, 5 Muharram 1448 H/19 Juni 2026 M, mulai pukul 20.00 WIB.
Selanjutnya pembuatan luwur baru dimulai pada hari Ahad Wage – Rabu Pahing 6-9 Muharram 1448 H/21-24 Juni 2026 M, di pendopo Tajug.
“Dalam proses pembuatan luwur baru ada 34 perewang. Kebanyakan dari mereka yang sudah terbiasa ngalab berkah dari Kangjeng Sunan Kudus,” jelasnya.
Kemudian acara dilanjut dengan Do’a Rasul dan Terbangan yang digelar di omah adat selatan Menara Kudus dan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus pada malam Rabu Pahing 9 Muharram 1448 H/23 Juni 2026 M, pukul 20.00 WIB.
Acara selanjutnya Khatmil Quran bin Gaib 9 khatama digelar di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus pukul 04.30 WIB pada Rabu Pahing 9 Muharram 1448 H/24 Juni 2026 M. Pada hari yang sama digejar santunan anak yatim pada pukul 08.00 WIB di omah adat selatan Menara Kudus.
Pada malam Kamis Pon 10 Muharram 1448 H/24 Juni 2026 M, ada acara pembacaan Al-Berzanji dan Dziba di pendopo Tajug (putra) dan di pawestren (putri) pukul 19.30 WIB.
Lanjut pada malam Kamis Pon 10 Muharram 1448 H/24 Juni 2026 M, ada Srawung Agung PPMA pada pukul 20.00 WIB di rumah YM3SK Sunggingan 71.
Lalu ada acara pengajian umum dengan Qori’ Ustadz H. Sholikul Hadi, M.Ag (Kudus) dan Pitutur Luhur oleh KH. Ahmad Badawi Basyir (Kudus) serta KH Habib Umar al-Muthohar di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus mulai pukul 20.00 WIB.
Lanjut pada pukul 01.30 Pembagian Brekat Salinan pada Kamis Pon 10 Muharam 1448 H/25 Juni 2026 M, di Gedung Menara 194.
Kemudian dilanjut dengan Pembagian Brekat Kartu Shodaqoh yang akan dibagikan pada Kamis Pon 10 Muharram 1448 H/25 Juni 2026 M pada pukul 01.00-09.00 WIB di rumah YM3SK 188.
Sedangkan untuk pembagian Berkat Umum Kamis Pon 10 Muharram 1448 H/25 Juni 2026 M pada pukul 05.30 WIB di gedung Menara 194.
Kemudian untuk punca upacara Buka Luwur Makam Kangjeng Sunan Kudus yang dimulai pukul 07.00 WIB, di Pendopo Tajug dan Pesarean.
Setiap tahun tradisi ini dipuncak acara ada pembagian nasi brekat atau dikenal nasi jangkrik. Nasi yang terdiri daging kerbau tersebut dipercaya membawa berkah bagi warga karena merupakan makanan kesukaan Sunan Kudus. Adapun untuk jumlahnya biasanya mencapai puluhan ribu.
“Kalau jumlahnya belum tahu, biasanya mendekati puncak buka luwur baru tahu jumlah nasi berkat yang dibagikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Elm@n)












