KUDUS – jursidnusantara.com Kebakaran hebat yang melanda dua warung di Dukuh Jetak RT 1 RW 5 Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus kebakaran hebat pada Kamis malam, 2 April 2026.
Insiden ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas memasak.

Sebelumnya terlihat api dan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi keudara sekira pukul 20.15 WIB pada saat laporan kebakaran di terima petugas.
Pengakuan seorang warga Moh. Junaidi mengatakan, yang terbakar itu dua warung makan. Saat kejadian sekira pukul 20.15 WIB dan kondisi warung telah tutup.
Mulanya dari rumah saya yang berdekatan dengan warung tersebut tercium bau kebakaran, anakku tak minta untuk melihat kondisi kompor ternyata dirumah tidak memasak apapun.
“Awalnya kukira ada yang masak dirumah, anakku tak minta kedapur. Kemudian saya dengar diuar rumah ada yang bilang kebakaran-kebakaran, ternyata sebelah utara rumahku terbakar,” katanya.
Percikan api muncul dari salah satu ruko. Dugaan sementara, api tersebut berasal dari api kompor yang biasanya digunakan untuk memasak.
”Apinya dari ruko bagian belakang. Ada ledakan tiga kali, dugaan awal ya dari kompor yang lupa dimatikan karena ada tiga tabung gas di sana,” imbuhnya.
Kobaran api semakin membesar, karena material bangunan yang mudah terbakar, sehingga si jago merah sempat sulit untuk di jinakkan diawal kejadian. Api juga cepat merembet ke ruko sebelahnya yang berhimpitan.
Api yang sudah tak terkendali membakar dua ruko yang berukuran 6×10 meter hingga hangus tak tersisa.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung saja melaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Petugas kemudian berdatangan untuk menjinakkan si jago merah.
”Saat awal kebakaran, warga sekitar ikut membantu memadamkan dengan alat sekadarnya. Beruntung pemadam langsung datang ke lokasi kejadian untuk proses evakuasi,” terangnya.

Beruntung petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) segera datang dan berhasil memadamkan api sebelum merambat ke bangunan di sekitarnya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji menyatakan, sebanyak 5 unit pemadam dikerahkan untuk memadamkan api.
“Sebanyak 5 unit mobil Damkar diterjunkan, 2 unit dari Satpol PP Kudus, BPBD, PT Djarum dan PT Nojorono masing-masing 1 unit. Api berhasil dipadamkan, petugas juga sudah melakukan pendinginan lokasi kejadian,” ujarnya.
Kecepatan respon pemadaman api sangat diperhitungkan, mengingat lokasi ruko berada di kawasan padat penduduk.
”Beruntung sekali tadi bisa cepat pemadamnya, kalau telat sedikit saja api bisa merambat ke bangunan lainnya karena ini sangat berdempetan. Telat lima menit saja sudah hangus semua yang ada di sekitar ruko,” bebernya.
Dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa atas kejadian tersebut. Saat peristiwa berlangsung, sudah tidak ada aktivitas lagi di dalam ruko.
Hanya saja kerugian material diperkirakan mencapai Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Tidak ada barang di dalam ruko yang tersisa dan bisa diselamatkan.
”Dua warung makan ini buka setiap pagi hingga sore. Jadi tadi sore sudah tutup,” jelasnya.
Petugas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan kompor dan memastikan api benar-benar padam sebelum minggalkan dapur, guna untuk mencegah kebakaran serupa.
(Elm@n)












