Berita  

Disbudpar Kudus Gelar Pameran Keris Selama 3 Hari, Ajang Promosi Warisan Budaya Nusantara

KUDUS – jursidnusantata.com Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus menggelar Pameran Keris 2024. Gelaran tersebut diselenggarakan di PDKT Resto & Café, pada tanggal 6-8 Desember 2024.

Pameran keris tersebut diikuti paguyuban yang ada di Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Demak dengan menampilkan 72 koleksi keris.

Hj. Mutrikah, SH Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Ka.Disbudpar) Kabupaten Kudus, mengatakan pameran ini merupakan Langkah awal untuk mempromosikan keris sebagai warisan budaya tak benda yang sudah diakui oleh UNESCO pada tanggal 25 November 2005.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar memamerkan keris, tetapi bagi yang berniat untuk membeli, juga ada stan yang menyediakan. Juga ada stan ekonomi kreatif yang diikuti oleh para pelaku UMKM yang turut memeriahkan acara ini.

“Pameran ini kami gelar dalam rangka pelestarian budaya sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda,” katanya.

Kami berharap mereka dapat memahami dan mendalami nilai sejarah serta filosofi yang terkandung dalam keris. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran untuk masyarakat.

Dalam kegiatan ini juga tampil anak-anak muda. Mereka melakukan pentas kesenian, kemudian dirangkai dengan acara wisata edukasi bagi generasi muda lewat talkshow, sarasehan hingga workshop.

Lebih lanjut Tika panggilan akrab Mutrikah menambahkan, dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga dan mempromosikan warisan budaya bangsa.

“Kami ingin Kudus tidak hanya dikenal sebagai kota kretek, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan yang kaya tradisi,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Bidang Kebudayaan, Wahyudi mengatakan, pameran ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah Kabupaten Kudus dalam melestarikan budaya Indonesia.

“Keris bukan hanya sebatas benda pusaka, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memahami makna tersebut dan merasa bangga akan warisan ini,” katanya.

Wahyudi menambahkan, bahwa dalam kegiatan pameran ini pada hari pertama pameran keris yang dibuka oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang memperagakan cara pembuatan keris, hari kedua sarasehan memperkenalkan keris asal Kudus dan hari ketiga Workshop, Talk Show, cara merawat dan menjamas atau mewarangi keris.

Pada intinya pameran keris ini untuk “Nguri-uri adat dan budaya yang sudah diakui warisan tak benda oleh dunia (Unesco), bukan dari sisi klenik (mistis).

Kami berharap kepada para anak muda sekarang ini bisa lebih mengerti dan memiliki pengetahuan kalau di Kepulauan Jawa Indonesia, ratusan bahkan ribuan tahun dahulunya banyak empu yang membuat keris.

“Peran antar komunitas keris dan dan kolektor keris ini sangat penting sekali, karena mereka secara langsung maupun tidak merupakan orang yang menguri-uri budaya dan ikut mewariskan adat dan budaya bangsa Indonesia,” pungkasnya..

(Elm@n)