PGRI Kudus Salurkan Bantuan Senilai Rp. 50 Juta Untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor

Oplus_131072

KUDUS – jursidnusantara.com Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Kudus pada Kamis, 15 Januari 2026.

Bantuan tersebut
merupakan Donasi yang dikumpulkan secara kolektif dari iuran sukarela para anggota PGRI Kudus. Bentuk kepedulian para guru terhadap korban bencana hidrometrologi yang melanda Kabupaten Kudus.

Bantuan senilai Rp. 50 juta itu diserahkan secara simbolis kepada Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan kepada warga terdampak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus.

Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Dr. Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd., mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan terdiri atas barang kebutuhan sehari-hari serta uang tunai. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan para pengungsi di lokasi terdampak bencana.

“Kita memperhatikan kebutuhan para pengungsi, jadi barang yang kita salurkan berupa sembako, beras, minyak, telur, alat tidur, handuk, sabun, sikat gigi, dan uang tunai untuk dibelanjakan kebutuhan dapur,” katanya.

Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Dr. Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd.,

Wawan panggilan akrab Ahadi Setiawan menambahkan, bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian dari para anggota guru kepada para korban bencana Hidrometeorologi di Kudus. Kami berharap bantuan yang telah disalurkan melalui BPBD tersebut, dapat meringankan beban para warga terdampak.

“Anggota PGRI Kudus ada sekitar 5.000 hingga 6.000 guru, ini bentuk gotong-royong kami bersama, semoga bisa bermanfaat,” imbuhnya.

Ahadi juga mengungkapkan bahwa banyak dari guru yang tergabung dalam PGRI Kudus turut menjadi korban bencana. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan untuk menyalurkan bantuan khusus bagi para guru yang terdampak.

“Saat ini kami masih mendata guru yang terdampak untuk nanti kita alokasikan khusus menerima bantuan dari PGRI,” ujarnya.

Untuk diketahui, bencana banjir dan tanah longsor telah melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus dan mengakibatkan tiga korban jiwa, salah satunya anak berusia lima tahun.

Ketua PGRI Kudus yang sekaligus Kepala SMP 2 Gebog ini, berharap banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kudus bisa segera surut agar aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar (KBM) yang sempat terganggu, dapat kembali berjalan normal.

“Mudah-mudahan banjir segera surut, kemudian pembelajaran bisa berjalan lebih efektif lagi untuk SD, SMP yang kini mengikuti pembelajaran. Harapan kami, Kudus kembali normal dan para korban bisa beraktivitas seperti semula,” pungkasnya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!