KUDUS – jursidnusantara.com Sebanyak 27 Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus siap unjuk gigi dalam Lomba Pos Kamling Tingkah Kabupaten Kudus 2025.
Ajang bergengsi yang memperebutkan Piala Bupati Kudus ini, digagas oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan swakarsa masyarakat, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Sekretaris Satpol PP Kudus, Budi Waluyo menyampaikan bahwa tahun ini lomba diikuti oleh 27 pos kamling dari 27 desa yang tersebar di sembilan kecamatan.
Setiap kecamatan diwajibkan mengirimkan tiga desa sebagai perwakilan untuk mengikuti lomba yang akan dilaksanakan pada Senin hingga Jumat, 6-10 Oktober 2025.
“Pesertanya 27 pos kamling dari 9 kecamatan. Jadi masing-masing kecamatan terdiri dari tiga pos kamling dari tiga desa,” ujar Budi pada Kamis, 1 Oktober 2025.

Adapun sembilan kecamatan yang mengirimkan peserta antara lain Kecamatan Kota (Kaliputu, Mlati Lor, Mlatinorowito), Kecamatan Mejobo (Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Tenggeles), Kecamatan Gebog (Gondosari, Kedungsari, Jurang), serta Jati (Tumpangkrasak, Getaspejaten, Jati Kulon).
Kemudian dari Kecamatan Bae (Peganjaran, Ngembalrejo, Purworejo), Kecamatan Jekulo (Hadipolo, Jekulo, Klaling), Kecamatan Dawe (Kandangmas, Glagah Kulon, Dukuh Waringin), Kecamatan Kaliwungu (Bakalankrapyak, Prambatan Kidul, Mijen), dan Undaan (Wonosoco, Lambangan, Kalirejo).
Budi juga menjelaskan, bahwa penilaian lomba terdiri dari kondisi fisik pos kamling, kelengkapan administrasi, dan sumber daya manusia (SDM) Tim penilai terdiri dari berbagai unsur, yaitu 4 anggota Polres Kudus, 2 anggota Kodim 0722/Kudus, dan 8 personel Satpol PP.
“Hadiah lomba terdiri dari trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Tujuan utamanya untuk memotivasi masyarakat agar lebih aktif menjaga keamanan lingkungan,” jelasnya.
Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan, mengatakan bahwa tiga desa di wilayahnya yang menjadi peserta, yaitu Desa Bakalankrapyak, Prambatan Kidul, dan Mijen. Tiga desa tersebut telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penataan pos hingga pelatihan anggota ronda.
“ketiga Pos Kamling Desa tesebut aktif melaksanakan siskamling. Mereka sudah siap tampil maksimal,” kata Satria.
Untuk penampilan dan peragaan saat lomba, Satria menyerahkan sepenuhnya kepada kreativitas masing-masing desa, sementara kecamatan berperan melakukan pembinaan dan memberikan masukan.
Satria menegaskan lomba ini juga menjadi tindak lanjut dari surat edaran Kemendagri yang meminta optimalisasi peran Satlinmas dan pengaktifan kembali pos ronda.
“Poskamling bukan hanya simbol keamanan, tapi juga kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Camat Gebog, Fariq Mustofa, juga mengapresiasi semangat warga di tiga desa yang ditunjuk sebagai peserta lomba, yaitu Desa Gondosari, Desa Kedungsari, dan Desa Jurang siap tampil maksimal dalam lomba.
Ia berharap partisipasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Warga sudah mulai menata pos kamling, memperbaiki sarana prasarana hingga mempersiapkan personil ronda. Kami optimis bisa menampilkan yang terbaik,” ujar Fariq
(Elm@n)












