Ribuan Pengunjung Wayang Kulit dan Kethoprak Dalam Tradisi Sedekah Bumi Desa Kalirejo Kudus

KUDUS – jursidnusantara.com Sedekah bumi yang sering disebut apitan merupakan kegiatan yang setiap tahunnya dilaksanakan dibeberapa desa tak terkecuali Pemerintah Desa (Pemdes) Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, pada Senin, 12 Mei 2025.

Kegiatan sedekah bumi dilaksanakan sebagai rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki berupa hasil bumi.

Kepala Desa (Kades) Kalirejo Agus Hariyanto mengatakan, ucapan syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT atas limpahan rahmat, Taufiq, dan Hidayah-Nya kita masih diberikan kesehatan sehingga dapat mengikuti gelaran sedekah bumi atau apitan.

“Syukur Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan, keselamatan sehingga kita dapat mengikuti gelaran wayang kulit (tadi siang) dan Kethoprak pada malam ini,” kata Agus Hariyanto pada Senin malam, 12 Mei 2025.

Kegiatan apitan atau sedekah bumi ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemdes Kalirejo setiap tahunnya.

“Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh Pemdes Kalirejo,” terangnya.

Semoga acara pada malam hari ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses, mari kita nikmati pagelaran Kethoprak ini dengan suka cita.

“Kepada warga Desa Kalirejo dan sekitarnya kami ucapkan ‘Selamat Menikmati,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Faiq Maulana mengungkapkan, rangkaian kegiatan apitan tahun ini kita selenggarakan hiburan wayang kulit pada siang hari dengan lakon “Among Tani” kemudian pada malam harinya kita adakan Kethoprak semalam suntuk.

“Pada tahun 2025 apitan kali ini, Pemdes tidak menyelenggarakan kirab budaya, karena kirab kita adakan dua tahun sekali. Disamping itu juga pada bulan Agustus kita adakan kegiatan yang cukup besar,” terang Faiq Maulana pada Senin sore, 12 Mei 2025.

Pada siang hari pagelaran Wayang Kulit, dengan lakon “Among Tani” dan malam nanti pagelaran Kethoprak. Semua kegiatan tersebut kita tempatkan di kompleks Desa Kalirejo.

Namun sebelum kegiatan tersebut pada pagi hari kita adakan do’a bersama dengan menyembelih 2 ekor kerbau untuk dibagikan kepada warga desa setempat.

Apitan Desa Kalirejo juga mengadakan di empat lokasi cikal bakal Desa Kalirejo, yakni di Punden Mbah Bangun Toto dan Mbah Sinare Lencir diwilayah RW 5 dan 6 kemudian di Mbah Kadut di RW 3 dan 4, dan Mbah Pacar yang ada di RW 1.

Salah satu pengunjung Kholif warga Kalirejo mengatakan, senang melihat pagelaran Kethoprak, dirinya memang setiap tahun menonton Pagelaran Kethoprak.

“Sering nononton Kethoprak disini, untuk wayang kulit tadi siang gak nonton, karena panas,” kayanya.

Sementara itu Mbah Pordi (60) dirinya senang melihat pagelaran Kethoprak karena nguri-uri budaya. Semoga kegiatan seperti ini bisa langgeng diadakan oleh Pemdes.

“Untuk pagelaran wayang kulit di Undaan itu wajib diadakan, kalau Kethoprak bisa sebagai tambahan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan apitan,” ucap Mbah Pordi.

(Elm@n)

error: Content is protected !!