Pranoto DPRD Kudus Beri Santunan Ratusan Lansia di Kudus; Ini Bentuk Nyata Kepedulian Sesama

KUDUS – jursidnysantara.com Menjelang akhir bulan Ramadhan 1446 Hijriyah dimanfaat oleh anggota DPRD Kudus dari Fraksi PDI Perjuangan, Pranoto, SE., menunjukkan kepeduliannya pada kesejahteraan para orang tua lanjut usia (Lansia) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Kegiatan santunan kepada Lansia tersebut dilaksanakan di Aula Balai Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus pada Jum’at, 28 Maret 2025 siang.

Pranoto, SE anggota DPRD Kudus mengatakan, bahwa kegiatan santunan kepada para lansia ini merupakan salah satu visi-misi saya dan akan kami laksanakan rutin setiap selapan sekali atau 40 hari.

“Kali ini ada 264 para lansia yang kami beri santunan kepada warga Desa Prambatan Lor dukuh Ngebong, ini bentuk nyata kepedulian kami kepada sesama,” kata Pranoto pada Jum’at (28/3/2025).

Diketahui, Pranoto terpilih menjadi anggota DPRD Kudus lewat PDI Perjuangan dari dapil 2 yakni Kecamatan Kaliwungu dan Gebog.

Kegiatan santunan Lansia kami lakukan secara bertahap di 26 Desa dari Daerah Pemilihan (Dapil) saya ketika mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kudus yakni Dapil Kecamtan Kaliwungu dan Kecamtan Gebog.

“Kriteria Santunan lansia yang kami berikan usia minimal 62 tahun, ini murni kegiatan sosial baik kemarin tahun 2024 memilih saya maupun tidak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, kami laksanakan dengan cara menyisihkan sebagian gaji untuk menyantuni para lansia. Setiap desa di kecamatan itu berbeda jumlahnya, bahkan ada yang mencapai 900 orang.

Semenjak saya menjadi anggota DPRD Kudus tahun 2025 sudah kami laksanakan santunan lansia di Desa Gamong, Desa Banget, Prambatan Lor, dan untuk Desa Prambatan Lor ini kali kedua kami mengadakan Satunan karena jumlahnya banyak sekali.

Kegiatan santunan itu murni dari kepedulian dirinya pada kondisi para lansia yang kurang mendapat perhatian. Terlebih dibulan Ramdhan yang penuh berkah kali ini, mari berbagi dalam kebaikan untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT.

”Sebagai anggota DPRD, saya merasa terpanggil untuk membantu mereka, para lansia yang telah berjasa bagi kita semua. Ini bukan kegiatan politik, memang sebagai kepedulian untuk sesama untuk mencari keberkahan dibulan yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Pranoto berharap, santunan yang dilakukan dapat memberi sedikit kebahagiaan bagi para lansia berusia 62 tahun lebih di Dapilnya

Menurutnya, Pemkab perlu meningkatkan program-program sosial yang berorientasi pada kesejahteraan para lanjut usia, seperti bantuan sosial, layanan kesehatan gratis, serta fasilitas pendukung lainnya.

Walaupun dari Bupati Kudus Sam’ani saat ini sudah bagus tapi perlu ditingkatkan. Tentunya harus ada dukungan semua pihak termasuk DPRD Kudus.

”Saya berharap Pemkab Kudus bisa lebih aktif dalam menangani kesejahteraan lansia. Mereka membutuhkan perhatian lebih, baik dalam hal ekonomi maupun kesehatan. Program yang berkesinambungan harus disiapkan agar mereka dapat menjalani hari tua dengan lebih layak dan bermartabat, kami dari DPRD Kudus siap untuk mendukung progam tersebut,” terangnya.

Wakil ketua Komisi C DPRD Kudus Pranoto berkomitmen dalam membantu masyarakat. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk berbagi dan peduli terhadap lansia.

Ia juga menegaskan bahwa kepedulian sosial harus menjadi bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Sementara itu, Teguh Budi Santoso Kepala Desa (Kades) Prambatan Lor, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pranoto atas bantuan sosial berupa santuna kepada warganya.

“Saya berterima kasih sekali kepada Pak Pranoto yang telah menyisihkan hartanya untuk membantu para lansia di Desa Prambatan Lor,” ucapnya.

Teguh juga menyoroti keunikan program ini, di mana seluruh warga berusia 62 tahun ke atas, termasuk pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), mendapatkan santunan tanpa terkecuali.

“Biasanya pensiunan ASN tidak mendapat santunan, tetapi di sini semua diberikan tanpa membeda-bedakan, adapun data penerima yang santunan kami dari Pemerintah Desa yang memberi,” tambahnya.

Teguh ditanya awak media tentang warganya yang mendapat santunan rata-rata menjawab agar program ini dapat berlanjut setiap selapan sekali dan berjalan selama satu periode DPRD Kudus atau 5 tahun kedepan. Menanggapi hal ini, Teguh menyatakan dukungannya.

“Saya juga berharap program ini tidak hanya berlangsung sekali atau dua kali saja. Jika bisa berkelanjutan, tentu akan lebih baik. Kebaikan seseorang pasti akan dikenang oleh masyarakat,” terangnya.

Teguh juga menegaskan akan keberlanjutan program semacam ini agar tidak hanya dilakukan pada masa pencalonan saja.

“Kalau hanya dilakukan sekali lalu berhenti, tentu masyarakat akan bertanya-tanya, tapi jika terus berjalan, tentu manfaatnya akan lebih dirasakan,” pungkasnya.

(Elm@n)