KUDUS – jursidnusantara.com Museum Jenang dan Gusjigang Kudus Jawa Tengah kembali menambah koleksi galeri spot atau koleksi baru melengkapi ruang Trilogi Ukhuwah dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-102. Harlah NU akan diperingati pada tanggal 16 Rajab 1446 H atau bertepatan dengan tanggal 16 Januari 2025 M.

Dalam rangka turut menyambut Harlah NU yang ke 102 Museum Jenang dan Gusjigang Kudus, turut menampilkan koleksi terbarunya Buletin Kuno NU. Buletin ini bernama “Berita Nadlotoel ‘Oelama” yang diterbitkan pada tanggal 15 November tahun 1936.
Buletin ini memuat tulisan-tulisan Ulama NU pada masa itu, termasuk juga ada tulisan Ulama dari Kudus. Keberadaan koleksi ini mampu menunjukkan pada masa itu para Ulama NU sangat peduli pada kehidupan masyarakat, berbangsa, bernilai kan sendi-sendi Islam.
Ajaran islam pada masa itu masuk pada semua aspek kebangsaan, apalagi saat itu Indonesia sedang mempersiapkan Kemerdekaan. Melalui koleksi tersebut, kita akan membaca bagaimana para Ulama NU menanamkan jiwa nasionalisme yang dipadukan dengan motivasi menjalankan syariat Islam.
Tri Hartanto Kepala Museum Jenang Gusjigang Kudus mengungkapkan, kesyukuran tersendiri bagi kami, bisa menampilkan koleksi yang berhubungan dengan perjalanan NU.

Lebih lanjut Tri menambahkan, bahwa koleksi ini juga kami tampilkan dalam rangka menyambut Harlah NU yang ke-102. Koleksi ini melengkapi koleksi bersejarah lainnya.
“Kami berharap koleksi ini, mampu menggugah semangat nasionalisme, menjadi contoh bagi generasi saat ini, bagaimana para pendahulu kita, utamanya para Ulama memberikan motivasi dan menanamkan jiwa kebangsaan melalui tulisan,” imbuhnya.
Selian menambah koleksi Buletin Kuno NU, Museum Jenang Gusjigang Kudus juga menampilkan Almanak Moehammadijah Kuno tahun 1945 dan tahun 1946 yang berisi Almanak Hijriyah dimulai bulan Moeharom hingga Dzoelhidjah 1364 H.
Penyebutan hari dalam Almanak ini adalah bahasa Indonesia dan juga Jepang. Serta beberapa kutipan Al-Qur’an. Koleksi ini juga cukup berharga karena bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia.
Sebelumnya di bulan Desember 2024 lalu, yakni Kaligrafi 3 Dimensi berbahan dari logam kuningan, Spot Akulturasi Budaya Menara Kudus dan beberapa koleksi baru lainnya juga telah melengkapi Museum Jenang dan Gusjigang sebagai tempat wisata edukasi terpadu, mulai dari sejarah, budaya, religi, seni dan kearifan lokal Kota Kudus dan Nusantara.
Ia menjelaskan, bahwa setiap karya yang dipajang.di spot kaligrafi dibuat dengan ketelitian yang sangat tinggi dengan sentuhan seni yang sangat luar biasa.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan seni kaligrafi berkualitas tinggi yang tidak hanya memperindah ruangan, tetapi juga mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT,” jelasnya.
Untuk lebih bisa mengetahui koleksi baru secara langsung, silahkan Bapak,Ibu, saudara, dan teman-teman bisa berkunjung ke Museum Jenang dan Gusjigang Kudus Jawa Tengah.
(Elm@n)












