Berita  

Dr. Ngatawi Al-Zastrouw; Museum Jenang GusJigang Kudus Sumber Inspirasi, Oase, dan Jejak Peradaban

KUDUS – jursidnusantara.com Museum Jenang GusJigang Kudus adalah merupakan museum Jenang pertama di Indonesia. Museum Jenang GusJigang Kudus diprakarsai oleh direktur utama (Dirut) Mubarokfood yakni H. Mohamad Hilmy, SE., yang juga sebagai generasi ke tiga perusahaan jenang Mubarokfood.

Rombongan keluarga Dr. Ngatawi Al-Zastrow, S. Ag., M.Si., kepala Makara Art Center Universitas Indonesia dan wakil ketua Lesbumi PBNU ketika berkunjung ke museum jenang GusJigang Kudus disambut hangat dan didampingi langsung oleh Dirut Mubarokfood H. Moh. Hilmy pada hari Ahad, 6 Oktober 2024.

Dalam kunjungan tersebut Dr. Ngatawi Al-Zastrow, S. Ag., M.Si., memberi Testimoni tentang Museum Jenang GusJigang, bahwa tadi saya berkeliling dan melihat-melihat berbagai koleksi yang dimiliki oleh Museum Jenang GusJigang yang sangat luar biasa.

Dimana museum adalah jejak peradaban suatu bangsa, museum tidak hanya sekedar mengkoleksi, menyimpan, benda-benda tetapi juga menyimpan memori kolektif yang menjadi sumber knowledge bagi suatu masyarakat.

Saya melihat bagaimana naskah-naskah kuno Al-Qur’an ada disini dan itu mencerminkan bagaimana peradaban spiritual bangsa Nusantara pada saat itu sudah termasuk berkembang.

Berbagai macam koleksi kaligrafi yang sangat luar biasa dan berbagai sejarah yang lain ada disini. Sejarah kretek misalnya, bentuk rumah dan bangunan (rumah kembar Niti Sumito, rumah kapal, ka’bah dan lainya) yang sangat luar biasa dan ini bentuk inspiratif.

“Jadi saya seakan masuk dalam lorong waktu yang mengantarkan saya pada sekian waktu yang terdahulu atau Flashback, melihat peradaban itu tumbuh dan berkembang dikalangan masyarkat Indonesia,” terangnya.

Saya pikir museum jenang GusJigang Kudus bisa menjadi Oase dan mata air peradaban, sehingga anak-anak muda perlu datang kesini untuk mencari inspirasi dan menimba pengetahuan untuk mengetahui bagaimana cara peradaban dari para pendahulu.

Perlu diketahui bahwa, peradaban adalah amanah yang harus ditunaikan, dijaga dan dikembangkan. Peradaban bukan warisan yang dapat dibagi-bagikan kepada orang lain.

Saya berharap, insiatif yang dilakukan oleh mas Hilmy perlu ditiru oleh warga masyarakat yang berkecukupan, apa yang dilakukan mas Hilmy ini menjadi sumber inspirasi yang layak dilakukan, karena dengan ini kita tidak kepaten obor, karena jejak peradaban kita terlacak dengan jelas dan kita melakukannya dengan baik untuk menyongsong masa depan.

“Terima kasih mas Hilmy sudah punya prakarsa yang sangat luar biasa, sudah mendidik anak cucu kita kedepan tahu arah dan peradaban,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirut Mubarokfood H. Moh. Hilmy, SE , mengucapkan syukur Alhamdulillah dapat kunjungan rombongan Dr. Ngatawi Al-Zastrow, S. Ag., M.Si., beserta keluarga.

“Alhamdulillah, kami merasa terhormat dan bangga bisa memberi sambutan yang hangat atas kunjngan beliau dimuseum jenang GusJigang,” ucapnya.

Semoga kunjungan dari rombongan beliau pada hari ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Terutama testimoni yang beliau sampaikan tadi amat sangat menyentuh hati dan memberi motivasi yang luar biasa dalam pengembangan dan kemajuan museum.

 

(Elm@n)