KUDUS – Jursidnusantara.com Kegiatan Haflah Akhirussanah dan Pelepasan Peserta Didik kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kudus merupakan progam tahunan dari pihak lembaga, tak terkecuali MIN Kudus.
Gelaran acara tersebut bertempat di Auditorium MAN 2 Kudus yang dihadiri oleh siswa-siswi yang didampingi oleh wali murid. Sebanyak 107 peserta didik kelas VI yang dilepas atau wisuda pada Sabtu, 29 Juni 2024 pagi.

Dalam pantauan awak media tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala kantor Kemenag (Kakan Menag) Kudus yang diwakili oleh H. Sony Wardana, Rustam Efendi ketua Komite MIN Kudus, Kepala MAN 2 Kudus, Forkopimcam Kaliwungu, Polsek, Danramil, dewan guru MIN Kudus beserta staf, KH. Mas’ud Alwi, sejumlah siswa-siswi dan wali Murid, serta sejumlah tamu undangan.
Untuk memeriahkan acara Akhirussanah dan Pelepasan Peserta Didik Kelas VI digelar berbagai Acara mulai dari Rebana, Paduan Suara, Tari Japin Mlayu, Pantomim dan seni yang lain
Diantara para pemain Tari Jawa-Bali yakni; Azam, Hanafi, dan M. Fahri Fabriezio kelas IV b mereka mengungkapkan perasaanya senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan pada acara Akhirussanah dan Pelepasan kakak kelas kami, hal ini merupakan kebanggan kami bisa performance dalam tari Jawa-Bali.
“Ini merupakan penampilan kali kedua, karena Penampilan kami yang pertama pada acara P5-PPRA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin) pertengahan bulan Juni 2024 kemarin,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Fadlil, S.Pd.I., M.Pd.I., salah satu tim pembimbing dan koordinator penampilan siswa mengatakan, bahwa kegiatan pada hari ini merupakan kerja tim pembimbing dari dewan guru MIN Kudus dalam melatih performance siswa MIN Kudus, agar dalam penampilan mereka bisa ciamik dan menarik bagi para siswa, wali siswa, dan para tamu undangan yang hadir dalam acara ini.
“Kami berharap penampilan para siswa-siswi dalam acara ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,” katanya.
Sementara itu, Sambutan Kepala MIN Kudus H. Noor Yadi, S.Pd.I., M.Pd.I., mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kudus. Selama 6 tahun ini, jika kami dalam mendidik putra-putri bapak dan ibu ada yang kurang berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

“Kami ucapakan terima kasih atas kepercayaan bapak dan ibu pada tahun ajaran 2018/2019 telah menitipkan putra-putrinya di MIN Kudus,” ucapnya.
Ia menambahkan, bahwa peserta didik kelas VI yang telah lulus harus bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi nantinya. Mereka harus mampu bersaing di dunia pendidikan.
“Para peserta didik harus tetap semangat dalam belajar, masa depan masih panjang, dinamika pembelajaran juga bisa berubah sewaktu-waktu dan harus siap, harus punya tekad dan semangat tinggi untuk menggapai cita-cita yang diinginkan, dan jagalah selaku almamater MIN Kudus dimanapun anda berada,” terangnya.
Para siswa yang telah lulus pada tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 107 siswa. Kami berharap agar para siswa kami nantinya mempunyai keilmuan secara akademik, menjadi generasi penerus yang handal dan berkarakter sesuai harapan kita bersama.
Progam hafalan juz 30 merupakan progam untuk menjembatani, menyiapkan peserta didik sebagai hafidz maupun Hafidzah.
Perlu diketahui oleh bapak dan ibu wali murid bahwa, kelulusan tahun ini ada 107 peserta didik tahun ajaran 2023/2024 yang telah lulus.
Kelulusan pada tahun ini banyak yang diterima di SMP Negeri, MTs Negeri, dan Pondok Pesantren yang ternama (favorit), bahkan ada salah satu siswa yang juara dalam Olimpiade Anak Cerdas Berkarakter, yang oleh panitia penyelenggara mendapatkan bea siswa penuh selama 3 tahun, mulai dari biaya melanjutkan pendidikan, seragam, dan asrama, ini merupakan prestasi anak didik kita yang cukup membanggakan.
Hal tersebut dapat berhasil berkat kerjasama dari para dewan guru dan pembimbing yang telah telaten, sabar, dan tekun mendidik putra-putri bapak dan ibu sehingga mereka mampu menjadi anak yang sholeh dan sholehah, berguna bagi bangsa dan negara serta agama.
Setelah kami para dewan guru mendidik putra-putri bapak dan ibu wali murid kelas VI MIN Kudus selama 6 tahun, maka pada hati ini putra-putri bapak dan ibu kami kembalikan lagi, karena tangung jawab kami selama 6 tahun sudah selesai kami jalankan.
“Semoga anak didik yang telah lulus dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, dan pendidikan yang telah diperoleh dari madrasah dapat bermanfaat dan barokah dari bapak dan ibu guru,” pungkasnya.
Sementara itu, Perwakilan Wali murid kelas VI Ipda Junaidi mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing dan mendidik putra-putri kami dengan telaten dan sabar dalam mendidik putra-putri kami, sehingga dari yang belum bisa membaca dengan lancar dan fasih, saat ini sudah pandai membaca dan menulis.
“Terimakasih bapak dan ibu guru yang telah mendidik putra-putri kami, kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa, tentunya dalam mendidik putra-putri kami selama 6 tahun tidaklah mudah, penuh dengan perjuangan, rintangan, dan penuh dengan keikhlasan,” katanya.
Kemudian acara di tutup dengan Mauidhoh Hasanah dan Do’a Oleh KH. Mas’ud Alwi dari Kudus.
Dalam Mauidhoh Hasanah KH. Mas’ud Alwi menyampaikan, bahwa bapak dan ibu wali murid harus semangat untuk mendidik Putra-Putrinya.
Putra-putri kalian tugasnya adalah belajar dan belajar, agar supaya punya pintar ilmu agama, ilmu dunia, dan tugas wali murid adalah mencari biaya guna untuk pendidikan mereka untuk bekal hidup kedepan.
Putra-putri kita harus punya ilmu dunia-akhirat agar mereka nantinya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, karena amal jariyah tersebut dapat sampai di akhirat.
“Amal jariyah mendidik anak yang pintar dalam keilmuan dunia-akhirat akan memberi kemanfaatan bagi kita sekeluarga nantinya,” tutup KH. Mas’ud Alwi.
Sementara itu Afadana Khairunnisa asal Desa Nganguk Pengapon dan Zakiyyan Akinari Zahra asal Desa Garung lor mereka mengatakan, senang bersekolah di MIN Kudus. Alasan mereka adalah bapak dan ibu guru yang mendidik atau memberi pelajaran pada kami sangat berkesan, penuh kasih-sayang dan telaten dalam mendidik kami.
Ditanya tentang rencana lanjutan sekolah yang lebih tinggi, mereka menjawab beda-beda tujuan sekolah lanjutan. Intinya kami akan melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan sekaligus di Ponpes.
“Semoga kami dapat diterima di sekolah yang kami inginkan, kami punya cita-cita yang harus kami capai kelak ketika kami dewasa,” harapnya.
Sementara itu, Muhammad Aqil Bilmas Zayyana asal Desa Prambatan kidul dan Fathir Ahmad Azzamy asal Desa Purwosari Wijilan mengungkapkan perasaannya sedih ketika harus berpisah dengan bapak dan ibu guru serta teman-teman kami, karena MIN Kudus membawa banyak kenangan, baik suka, duka dan banyak bahagianya, kami juga bisa hafal juz 30 juga ada di MIN Kudus.
Bapak dan ibu gurunya juga baik, ramah, telaten, yang utama dalam menyampaikan pelajaran juga bagus. Kami pada hari ini sangat sedih kehilangan sosok beliau bapak dan ibu guru yang telah mendidik kami, baik ilmu agama dan umum.
(Elm@n)












