Gelar Reses Perdana 2026, Nida Saidatul Iza Datang Langsung Ketemu Konstituen Serap Aspirasi

KUDUS – jursidnusantara.com Masa reses digunakan oleh semua anggota DPRD Kudus untuk menyerap dan menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil). Seperti yang dilakukan oleh Nida Saidatul Iza, S.Sos., mengadakan reses di Dapil II Kecamatan Gebog dan Kaliwungu.

Gelaran tersebut dilaksanakan di rumah warga Dukuh Lundrak RT 04 RW 01 Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu soe, 31 Januari 2026.

Tampak hadir dari Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kudus Yuyun Nailifah, Sekwan Dwi Mira, para relawan, dan tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam penyampaiannya Nida Saidatul Iza, S.Sos., mengatakan, kegiatan ini merupakan reses yang pertama ditahun 2026. Dimana reses dewan itu tiga kali dalam satu tahun.

“Reses ini merupakan momentum yang sangat penting bagi anggota dewan untuk turun langsung untuk mendengar aspirasi masyarakat tanpa perantara. Jumlah undangan reses ini ada 150 orang dari Kecamatan Gebog,” katanya.

Reses juga merupakan forum anggota DPRD Kudus untuk bertemu dengan masyarkat sebagai wahana untuk menyerap aspirasi masyarakat di Dapilnya. Namun untuk tahun ini ada yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Dimana pokok-pokok pikiran yang biasa untuk beberapa kegiatan, harus dihapus dan disesuaikan dengan Visi-Misi Bupati-Wakil Bupati atau kegiatan-kegiatan ditiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Reses tahun ini beda dengan tahun 2025. Karenakan ada kebijakan baru, reses harus ada pendampingan dari Bapperida dan Sekwan. Hal itu, guna untuk mencatat dan merumuskan usulan dari masyarkat. Kemudian para dewan hanya sebatas mengawal proses tersebut agar dapat terealisasi sesuai dengan peruntukannya,” terangnya.

Anggota Komisi A DPRD Kudus ini, juga menjelaskan, bahwa kegiatan reses pada tahun 2026 ini, saya hanya melanjutkan dari apa yang telah menjadi usulan Almarhum Peter M. Faruq.

“Saya sebagai pengganti bapak Peter M. Faruq maka, usulan-usulan tersebut tinggal melanjutkan. Baru pada tahun 2027 saya baru bisa mengusulkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian apa yang menjadi usulan dari masyarakat akan kami kawal dan memastikan tidak ada yang terselip untuk direalisasikan.

“Kami berharap reses ini dapat semakin memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat. Sehingga banyak usulan pembangunan jalan betonisasi, aspal, lampu penerangan jalan umum (LPJU), dan perbaikan jembatan dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan dialogis dan ditutup dengan sesi tanya jawab antara masyarakat dan anggota dewan. Sehingga reses banyak masukan dan usulan pembangunan.

Tokoh masyarakat dari Desa Jurang Muhammad Noor mengatakan, reses mbak Nida ini cukup unik dan menarik, karena tempatnya di Pelosok Desa, akses jembatan baru putus pula. Reses yang jauh dari perkotaan ini agar terwujudnya pemerataan pembangunan didaerah terpencil.

“Semoga dengan adanya reses ini, jembatan yang baru putus akibat bencana banjir bisa langsung diperbaiki dari dinas terkait,” katanya.

Rogoh panggilan akrab Muhammad Noor juga mengusulkan Pengaspalan jalan di RW 02 dan RW 03.

Sementara itu, Tri Lestari Kades Menawan mengucapkan syukur dan terimakasih kepada anggota DPRD Kudus yang telah berkenan menyelenggarakan reses di Desanya. Ini sekaligus tinjau langsung jembatan yang putus di Desa Menawan tepatnya di Dukuh Lundrak.

“Terima kasih atas kedatangan dari anggota DPRD Kudus, Sekwan dan Bapperida. Semoga apa yang menjadi usulan desa kami bisa segera terealisasi karena ada jembatan yang putus akibat banjir,” ucapnya.

Selain itu, dari 11 Desa di Kecamatan Gebog yang hadir dalam acara reses Mengusulkan berbagai pembangunan mulai dari pengaspalan, betonisasi, lampu penerangan jalan umum (LPJU), dan perbaikan jembatan.

(Elm@n)