Mayoritas PK dan Ormas Sayap Golkar Kudus Kecewa Calon Yang Diusung Diganjal DPP dan Penunjukan Plt

KUDUS – jursidnusantara.com Kader Partai Golkar Kabupaten Kudus kecewa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng) belum merestui digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus, dan menunjuk seorang pelaksana tugas (Plt).

Kekecewaan mayoritas pimpinan kecamatan (PK) Partai Golkar Kudus yang mendukung Irwansyah mencuat dalam rapat internal DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus di gedung DPD partai Golkar Kudus pada Kamis sore, 08 Januari 2026.

Penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kudus oleh struktur di atas dinilai mengabaikan aspirasi kader di tingkat bawah.

Forum rapat yang membahas tentang molornya pelaksanaan Musda Golkar Kudus itu diwarnai kritik tajam terhadap penunjukan Plt Ketua serta protes keras atas dugaan pemaksaan figur calon ketua dari struktur atas.

Dalam sambutannya, Anton Lami Suhadi mengatakan bahwa dirinya ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD Golkar Kudus hingga pelaksanaan Musda. Ia menyampaikan bahwa rapat internal tersebut menjadi ruang terbuka bagi seluruh kader untuk menyampaikan aspirasi dan dinamika yang berkembang di internal partai.

Kesempatan itu dimanfaatkan para pengurus DPD dan PK untuk menyampaikan keberatan. Wakil Ketua DPD Golkar Kudus Bambang Sulistya secara terbuka mempertanyakan dasar penunjukan Plt Ketua, mengingat pengurus DPD sebelumnya telah mengajukan usulan pelaksanaan Musda sejak jauh hari.

“Pengajuan Musda sudah kami tandatangani dan kirimkan ke DPD I pada 25 November 2025. Bahkan Musda sempat dijadwalkan pada 30 November 2025. Namun yang terjadi justru penunjukan Plt Ketua,” ujar Bambang.

Pernyataan tersebut diperkuat mantan Ketua DPD Partai Golkar Kudus, Hj Tri Erna Sulistyowati. Ia menegaskan, tertundanya Musda bukan disebabkan kelalaian pengurus DPD, karena seluruh persyaratan administrasi, termasuk pengusulan calon ketua, telah disampaikan kepada DPD I Jawa Tengah.

Kekecewaan juga disampaikan secara terbuka oleh pengurus PK, DPD, hingga ormas sayap Partai Golkar. Mereka menilai terdapat indikasi pemaksaan figur tertentu untuk menduduki jabatan Ketua DPD partai Golkar Kudus, yang dinilai tidak sejalan dengan aspirasi kader di tingkat bawah.

Bambang menyebutkan, dukungan dari PK dan pengurus di tingkat bawah telah solid mengarah kepada Irwansyah sebagai calon Ketua DPD Golkar Kudus.

Namun aspirasi tersebut dinilai tidak mendapat respons dari DPD I Jawa Tengah maupun DPP Partai Golkar, yang justru disebut lebih condong mendukung Anis Hidayat.

“Penolakan terhadap Anis Hidayat ini merupakan akumulasi kekecewaan. Pada pemilihan pimpinan DPRD Kudus sebelumnya, aspirasi bawah juga mengusulkan Irwansyah, tetapi rekomendasi yang turun justru Anis Hidayat,” ungkapnya.

Menanggapi dinamika tersebut, Anton Lami Suhadi menjelaskan bahwa penunjukan Plt Ketua dilakukan karena masa kepengurusan DPD Golkar Kudus telah berakhir. Ia juga ditugaskan sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) untuk menyelesaikan persoalan internal di Kabupaten Kudus.

Menurut Anton, pembahasan Musda sebenarnya telah dilakukan berulang kali. Namun komunikasi politik, khususnya terkait penentuan calon Ketua yang diharapkan dapat dipilih secara aklamasi, belum menemukan kesepahaman.

Ia mengakui Irwansyah merupakan salah satu kandidat yang mendapatkan dukungan kuat dari pengurus DPD II hingga PK. Namun secara struktural, kandidat tersebut belum memperoleh persetujuan dari DPD I dan DPP Partai Golkar.

“Dalam Partai Golkar terdapat mekanisme diskresi dari DPP dan DPD I. Tanpa persetujuan tersebut, surat keputusan kepengurusan tidak dapat diterbitkan. Situasi di Kudus ini memiliki kemiripan dengan dinamika yang terjadi di Sragen,” jelasnya.

Anton juga menyampaikan bahwa Anis Hidayat telah mendapatkan persetujuan dari DPP dan DPD I untuk menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kudus. Keputusan tersebut, menurutnya, merupakan kewenangan struktur di tingkat atas.

Setelah perdebatan berlangsung cukup panjang dan sempat menemui jalan buntu, rapat akhirnya mengerucut pada usulan jalan tengah.

Sementara itu, Anis Hidayat saat media ini menghubungi menanyakan tentang kapan Musda DPD Golkar Kudus dirinya hanya menjawab dengan singkat belum tahu kepastian hari dan tanggal Musda akan digelar.

“Nanti akan dikabari lebih lanjut,” ujar Anis pada Jum’at, pagi 9 Januari 2026

Ditanya tentang dinamika dukungan arus bawah apakah akan bisa berubah untuk mendukung dirinya.

“Wallahu’alam,” jawab Anis Hidayat.

Sedangkan Irwan Syah saat dihubungi awak media dirinya enggan membalas terkait namnya yang disebut banyak didukung oleh arus bawah.

Sementara itu, mantan Sekretaris DPD Golkar Kudus Ali Muhlisin mengungkapkan, rasa kecewa atas molornya Musda DPD partai Golkar Kudus.

“Kenapa Musda DPD Partai Golkar di ulur-ulur… apa karena DPP punya jago sendiri.! ujar Muhlisin pada Jum’at pagi, 9 Januari 2026.

Lebih lanjut Muhlisin menambahkan, bahwa arus bawah sudah sepakat untuk mendukung saudara Irwan Syah untuk menjabat sebagai pimpinan DPD Golkar Kudus.

“Semua pengurus PK 9 kecamatan, Ormas Sayap Seperi Kosgoro, MKGR, MPG, dan DPD Golkar Kudus yang punya hak suara sudah bulat dan sepakat mendukung Mas Irwan Syah,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pimpinan DPD Golkar Kudus layak dan patut dipegang oleh mas Irwan Syah, kedepan beliau akan kita usung untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus.

“Aspirasi kader di tingkat bawah harus tetap dipertimbangkan karena pimpinan DPD Golkar Kudus diharapkan siap mengambil tanggung jawab politik lebih besar, termasuk kesiapan maju sebagai calon Bupati Kudus pada Pilkada mendatang,” jelasnya.

Tampak hadir dalam rapat tersebut Plt Ketua DPD Golkar Kudus Anton Lami Suhadi, Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah Arief Wahyudi, anggota Fraksi Golkar DPRD Kudus, jajaran pengurus DPD, pengurus PK, pengurus organisasi masyarakat (ormas) sayap Partai Golkar, serta dua kandidat calon Ketua DPD Golkar Kudus, Irwansyah dan Anis Hidayat.

(Elm@n)