Ali Ihsan F-PKB; Pemda Kudus Harus Tegas, Ketua KONI Harus Dievaluasi dan Diminta Mengundurkan Diri

Oplus_131072

KUDUS – jursidnusantara.com H. Ali Ihsan, wakil ketua komisi D DPRD Kudus menyayangkan adanya penampilan dancesport dalam acara pembukaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus Award 2025 yang dinilai terlalu erotis.

Dalam penampilan tersebut menuai sorotan tajam dari publik yang kurang pantas ditampilkan di Pendapa Kabupaten Kudus, yang selama ini dikenal sebagai tempat sakral untuk kegiatan resmi pemerintahan.

Ungkapan tersebut disampaikan Ali Ihsan dalam gelaran rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Produk Halal dan lima Ranperda yang lainnya.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kudus H. Masan dan dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan wakil Bupati Bellinda Putri Birton serta Forkopimda.

“Terus terang saja saya kaget setelah melihat banyaknya video penampilan tersebut yang beredar di sosial media (Sosmed),” kata Ali Ihsan pada Rabu sore, 31 Desember 2025.

Lebih lanjut Fraksi PKB DPRD Kudus Ali Ihsan menambahkan, bahwa dalam pembukaan KONI Award 2025, tidak selayaknya membuka dengan acara dancesport dengan berpakaian yang tampak dalam video yang viral tersebut. Dikarenakan para penari dinilai tidak layak dan tidak pantas untuk ditampilkan di lokasi tersebut.

“Kami sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, karena Kudus itu sudah dikenal luas sebagai kota suci, kota santri, dan kota yang sangat religius, jadi tidak sepantas kegiatan seperti itu digelar di Pendapa Kudus,” imbuhnya.

Ali Ihsan, juga menyampaikan penyesalan atas adanya penampilan yang dinilai erotis tersebut. Menurutnya, setiap hiburan yang digelar di Pendapa Kabupaten seharusnya tetap mengedepankan nilai edukasi bagi masyarakat.

“Malam KONI Award 2025 dampak negatifnya sangat meresahkan masyarakat hingga sampai saat ini,” ujar Ali.

Oleh karena itu, ketua KONI Kudus tidak hanya minta maaf semata. Sebagai pengalaman yang sangat berharga, saya berharap ketua KONI Kudus di evaluasi dan dimintakan untuk mengundurkan diri.

“Ini sangat penting, saya sampaikan di forum ini, karena dalam struktur kepengurusan KONI Bupati dan ketua DPRD sebagai penasehat KONI,” pungkasnya.

Diketahui, KONI Award 2025 digelar sebagai ajang penghormatan bagi para atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga (Cabor), serta berbagai elemen yang konsisten mendorong kemajuan olahraga di Kabupaten Kudus.

Acara tersebut berlangsung pada Senin malam (29/12/2025), dengan dihadiri berbagai pemangku kepentingan olahraga daerah.

Namun demikian, penampilan dancesport dalam acara tersebut dinilai tidak sesuai karena diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Kudus.

(Elm@n)