SEMARANG jursidnusantara.com – Suasana di sekitar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang memanas saat sidang pembacaan tuntutan terhadap Bupati Pati nonaktif Sudewo, Senin (21/9/2026).
Ketegangan terjadi antara massa pendukung atau loyalis Sudewo dengan massa Pati Ora Sepele (POS) yang datang dari Pati untuk mengawal jalannya persidangan.
Kericuhan bermula ketika massa POS tiba di sekitar lokasi menggunakan beberapa bus. Massa pendukung Sudewo kemudian mendatangi rombongan tersebut dan meminta mereka meninggalkan kawasan pengadilan.
Sejumlah massa bahkan menggedor bus yang membawa rombongan POS. Situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong hingga benturan fisik. Aparat kepolisian turun tangan untuk memisahkan kedua kelompok.
Ketegangan tidak hanya terjadi antarmassa. Di tengah situasi yang memanas, sejumlah loyalis Sudewo juga sempat terlibat keributan dengan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik meliput jalannya persidangan.
Dalam insiden tersebut, telepon seluler milik seorang wartawan yang digunakan untuk melakukan peliputan disebut sempat dihempaskan oleh salah seorang loyalis Sudewo.
Peristiwa itu menambah ketegangan di sekitar lokasi persidangan. Wartawan berada di lokasi untuk mengambil gambar dan merekam perkembangan situasi sidang serta aktivitas massa di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang.
Aksi terhadap perangkat kerja wartawan tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika para jurnalis tengah menjalankan tugas peliputan di ruang publik.
Sementara itu, aparat keamanan terus berupaya mengendalikan situasi. Massa POS kemudian dipukul mundur dari lokasi dan melanjutkan penyampaian aspirasi dari sekitar 100 meter dari gedung pengadilan.
Salah satu laporan menyebut sejumlah simpatisan Sudewo sempat menolak mundur ketika polisi berupaya mengendalikan massa. Petugas akhirnya meminta kedua kelompok menjaga jarak agar bentrokan tidak kembali terjadi.
Kericuhan tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda penting perkara Sudewo, yakni pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.
Peristiwa ini juga menjadi sorotan karena selain mempertemukan dua kelompok dengan sikap berbeda terhadap perkara Sudewo, ketegangan turut menyentuh aktivitas kerja jurnalis yang berada di lokasi untuk meliput proses persidangan.
Hingga situasi berangsur terkendali, aparat tetap melakukan pengamanan di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang guna mencegah benturan susulan.












