PATI – jursidnusantara.com – Pagi belum terlalu tinggi ketika sebuah kebutuhan sederhana mulai menjadi persoalan besar “air”.
Bagi sebagian orang, air cukup diperoleh dengan memutar keran. Namun bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan, air bersih bisa berarti perjalanan panjang, menunggu bantuan, atau berharap sumur yang mulai mengering masih menyisakan sedikit air.
Di tengah musim kemarau, suara mesin truk tangki terkadang menjadi suara yang paling dinanti. Bukan karena kendaraan itu membawa sesuatu yang mewah. Truk itu membawa air—sesuatu yang begitu sederhana, tetapi sangat berarti bagi keluarga yang sedang kesulitan. Kondisi tersebut mendorong Forum Wartawan Pati (FWP) untuk turun langsung membantu masyarakat menyalurkan puluhan tangki ke wilayah terdampak kekeringan di beberapa desain di kabupaten Pati yang rencana disalurkan tanggal 6 hingga 9 September 2026.
Puluhan truk tangki berkapasitas 6.500 liter sudah disiapkan untuk mendistribusikan air bersih. Air akan disalurkan secara bertahap. Desa-desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih menjadi prioritas.
Bagi Forum Wartawan Pati, kegiatan ini bukan sekadar mengirimkan tangki air. Ini tentang mengetuk pintu rumah-rumah warga yang sedang membutuhkan.
Tentang membantu seorang ibu yang harus memikirkan bagaimana mendapatkan air untuk memasak. Tentang keluarga yang harus menyisihkan air untuk minum sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya. Dan tentang anak-anak yang tetap membutuhkan air untuk menjalani hari-harinya.
Ketua Forum Wartawan Pati, DA. Ari Saptono, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat Pati yang membutuhkan air bersih. Kami ingin hadir dan ikut membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Ari Saptono, Sabtu (5/9/2026).
Bagi Ari, air bersih bukan kebutuhan yang bisa menunggu. Ketika sumber air mengering, kebutuhan keluarga tetap berjalan. Masyarakat tetap harus minum. Tetap harus memasak. Tetap harus membersihkan diri dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itulah FWP, Forum Wartawan Pati memilih menggunakan sebagian keuangan organisasi untuk menghadirkan bantuan secara langsung.
Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk menghentikan kemarau. Namun setidaknya, ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk membantu mereka yang merasakan dampaknya.
Setiap hari, wartawan menulis berbagai cerita tentang masyarakat. Tentang kehidupan, tentang kesulitan, tentang harapan. Kali ini, Forum Wartawan Pati tidak hanya menuliskan cerita tentang warga yang mengalami kekeringan.
Mereka mencoba hadir di dalam cerita itu. Truk-truk tangki disiapkan, air bersih dikirimkan, desa-desa yang membutuhkan mulai dipetakan.
Ada pekerjaan sederhana di baliknya, tetapi memiliki makna yang besar, memastikan air sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Ari mengatakan penyaluran akan dilakukan dengan melihat kondisi masing-masing wilayah.
“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat. Ini bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga bentuk kepedulian kami sebagai bagian dari masyarakat Pati,” katanya.
Tidak ada yang tahu persis berapa lama kemarau akan berlangsung. Tetapi bagi warga terdampak, setiap hari tanpa air adalah perjuangan. Karena itu, ketika sebuah truk tangki datang membawa ribuan liter air bersih, yang diterima warga sebenarnya bukan hanya air.
Ada rasa lega, ada senyum, ada harapan untuk melewati hari. Mungkin bantuan satu tangki tidak akan mengakhiri kekeringan. Namun 6.500 liter air dapat membantu sebuah keluarga bertahan beberapa waktu.
Dan terkadang, kepedulian memang tidak harus menunggu menjadi sesuatu yang besar. Satu tangki air yang datang tepat waktu bisa berarti begitu banyak bagi mereka yang sedang menunggu.
Karena Pers Bukan Haanya berita, FWP, Forum Wartawan Pati berharap gerakan tersebut dapat menjadi pemantik kepedulian yang lebih luas.
Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas dan berbagai elemen lainnya diharapkan dapat bergerak bersama membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Sebab ketika air menjadi sulit didapat, persoalannya bukan lagi milik satu keluarga atau satu desa. Ini menjadi persoalan kemanusiaan. Dan di tengah panasnya musim kemarau, kepedulian menjadi seperti mata air.
Mungkin tidak langsung menghentikan kekeringan. Tetapi mampu membuat seseorang tetap percaya bahwa di tengah kesulitan, masih ada yang peduli.
Forum Wartawan Pati memilih hadir dengan cara sederhana, membawa air. Sebab bagi mereka, menjadi bagian dari masyarakat bukan hanya tentang mengetahui dan memberitakan apa yang terjadi. Tetapi juga tentang datang ketika masyarakat membutuhkan.
/Mury.












