Kongkalikong Kaleng-Kaleng, Seakan Terjadi di Ketapang Pati

Patijursidnusantara.com || Persekongkolan jahat model baru, mumpung lagi ada kesempatan, dan diduga juga terjadi kongkalikong kaleng-kaleng karena mudah terdeteksi niat jahat guna mencari keuntungan. Seakan begitulah yang terjadi di Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) kabupaten Pati.

Camat Wedarijaksa Eko Purwantoro saat di ruang kerjanya.

Berdasarkan keterangan narasumber yang tidak mau disebutkan namanya (privasi -Red) mengungkapkan, bahwa persekongkolan jahat untuk bazar yang keliling ke tiap kecamatan itu diduga terjadi antara dinas Ketapang dengan Bulog.

“Selanjutnya, barang yang dijual disinyalir belum layak konsumsi. Lantaran belum ada ijin edarnya, konyolnya lagi yang punya kewenangan mengeluarkan ijin edar dari dinas Ketapang,” ungkapnya, Selasa (11/4/2023).

Read  Usai Acara Hajatan, Amplifier di Halaman Raib Digondol Maling.

Selain itu, keuntungan yang dihasilkan dari bazar juga tidak masuk kas daerah. Akan tetapi, disinyalir masuk kantong pribadi oleh oknum-oknum tertentu (dinas Ketapang).

“Sedangkan, PPTKnya diduga gadungan, karena yang menangani bidangnya dikosongkan oleh PJ Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro. Seharusnya, yang menangani terkait itu adalah bidang distribusi, bukan bidang kerawanan pangan,” lanjutnya.

Sementara, Camat Wedarijaksa, Eko mengatakan, bahwa pengadaan barang dan tenaga, langsung dari Ketapang semua dibawah kendali Fifin. Untuk aturan belanjanya tiap satu orang satu kupon dan hanya bisa mendapatkan satu paket.

Read  Putusan Kasasi Kasus Utomo vs Zana Menyatakan Bahwa Utomo Bersalah

“Tiap satu paket isi, satu liter minyak goreng, beras isi 2,5 kilogram, dan dua kilogram gula pasir, dengan harga 46 ribu rupiah, tidak diketahui berapa jumlah subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah (Pemda) Pati,” jelasnya.

Sebelum pengambilan, mereka melakukan cap tinta guna menengarainya. Karena mereka hanya memiliki satu kesempatan saja per orangnya tidak boleh lebih.

“Untuk paket yang dijual pada bazar ini berjumlah 1000 paket, yang mulai dijual dari jam 9.20 hingga 10.40 an. Kisaran satu jam saja paket tersebut sudah ludes diserbu warga,” lanjutnya.

Read  Aroma Tidak Sedap di BBWS Pemali Juwana Proyek Renovasi Embung Triguno

Saat disinggung bagi hasil adanya bazar mendapatkan bagian berapa menjawab, bahwa pihak kecamatan tidak kebagian hasil apa-apa (raono ndandie), muk kedelehan tok, dan membantu.

“Pihak kecamatan ‘ora ntok opo-opo/ ora ono ndandie, muk ntok kesele’ tok -Jawa, mulai parkir hingga penertiban lalu lintas saja,” keluhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media belum konfirmasi ke dinas terkait, guna mendapatkan informasi lebih lanjut tentang adanya dugaan kongkalikong tersebut, antara dinas Ketapang dang Bulog, hingga pengada lainnya.

 

/Tim.

Dimuat juga di cakranusantara.net

error: Content is protected !!