STR Oknum Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Pati Kota diduga Jadi Mafia yang  sangat Meresahkan Para Guru dan Kepsek

Pati.jursidnusantara.com Jawa Tengah,  Berawal dari informasi dan keluhan guru dan Kepsek SD dibeberapa Kecamatan yang pernah STR bertugas terkait perilaku dan over jabatan masing masing di Kecamatan Dukuhsekti Margoyoso, Wedarijaksa dan terakhir Kecamatan Pati Kota.

Dari penelusuran Team dan Awak Media serta konfirmasi ke beberapa narasumber, (28/7), banyak dugaan kejanggalan dan prosedur dan over job atas jabatan Koordinator wilayah bidang pendidikan Kecamatan yang seharusnya sebagai penghubung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Justru menjadi Dissermaker atau penentu kebijakan.

Modus ini sudah di keluhkan oleh pihak Guru dan Kepsek SD namun peran STR justru terkesan “didukung oleh pimpinan diatasnya ?!”

Namun sikap dan arogan STR malah menjadi jadi saat menjadi korwil bidang pendidikan Kecamatan Pati kota sungguh sangat meresahkan para Guru dan Kepsek.

Dari agenda dan kinerja STR terkesan menjadi “mesin pengeruk pundi pundi” dengan berbagai macam dugaan pungli dengan bentuk iuran yang dibebankan oleh sekolah atau pribadi guru / Kepala Sekolah dilingkungan wilayahnya.

Adapun jabatan empuk selama ini disinyalir sudah disalahgunakan dengan menekan para bawahan untuk mengeruk keuntungan secara pribadi ?. Berlagak menjadi “PENGUASA” yang merasa dekat dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Pati dan Bupati.

Data yang dihimpun oleh awak media dilapangan adanya tarikan iuran dari Kepala sekolah yang mutasi, maupun yang baru dilantik, guru mutasi dari Kecamatan lain sebesar Rp. 1 Juta hingga Rp. 2 Juta rupiah dengan alasan tasyakuran, SK pensiun jika keluar membayar antara Rp. 400 – 500 ribu

Read  Brigjen Endar Diberhentikan dari KPK, Dewas KPK : Firli Bahuri Tak Langgar Kode Etik 

Bahkan membuat statement atas nama Dinas Pendidikan yang hanya lisan tanpa surat dan penguat dinas dengan mengatasnamakan Dinas pendidikan.

Dari pengakuan nara sumber kami yang meminta namanya di rahasiakan untuk menjaga interfensi dan tekanan, memberikan contoh pungutan yang media bisa meneluri terkait kebenaran dan transparansi sebagai contoh donasi PMI dan Infaq dari Baznas, Sertifikasi guru Kabupaten dari jumlah iuran dan sektor ke lembaga asal.

Belum lagi usulan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang terkesan dikondisikan bukan sesuai kebutuhan justru sesuai ke inginannya diberikan kepada sekolah yang terkesan pihak Kepseknya bisa diatur dan mau memberikan fee Penunjukan Langsung atas usulannya padahal mekanisme sudah ada kalender Dapodik

Dari hasil investigasi team media ke Lokasi SDN 02 Sidokerto yang mendapatkan proyek DAK yang nominalnya hampir Rp. 500 juta ebih yang saat ini baru tahap pembangunan
sungguh mengundang tanda tanya seakan akan membenarkan keluhan dari para Kepsek dan Guru

Bagaimana tidak banyak sekolah yang membutuhkan rehab bangunan justru bisa terpusat di SDN 02 Sidokerto Kecamatan Pati yang mendapatkan Empat titik proyek sekaligus, Pembangunan Rehab Gedung kelas ruang Guru, ruang perpustakaan dan ruang UKS yang sengaja anggaran dipecah menghindari lelang padahal sumber dananya sama dari DAK .

Read  Cinta Segitiga  Berujung Jeruji Besi

Informasi berikut adalah sebelumnya STR pernah terungkap perbuatan yang sama oknum Korwilcam STR dengan menggunakan THL menarik iuran jabfung setiap orang Rp. 400 ribu, sudah dilaporkan ke Kadisdikbud.
Namun oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten oknum STR disuruh mengembalikan pungutan tersebut Justru berdalih yang memungut adalah THL sehingga tenaga tersebut justru dituduh dan diinterogasi oleh pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Tidak mungkin Wiyata mengambil kebijakan seperti itu.

Korwilcam memiliki 2 sepeda motor dinas bekas pemakai adalah sdr. Marno Pengawas SD yang purna dipakai istrinya dan sepeda motor dinas korwilcam?? juga laptop bantuan untuk kelancaran tugas kedinasan namun jugs dibawa pulang utk kepentingan pribadi

Lagi menurut sumber berita oknum inisial STR korwilcam pati dinas pendidikan juga mempunyai rekam jejak yang kurang patut termasuk dugaan adanya penggelapan uang koperasi di kecamatan margoyoso tempat bertugas sebelumnya, juga koperasi Budaya di Dinas Pendidikan Kabupaten Pati sampai sekarang blm terbayar / hutang macet tidak ada itikat baik untuk membayar.

Selain itu oknum yang dimaksud juga selama di lingkup dinas pendidikan Kecamatan Dukuhseti juga pernah berkelahi adu fisik dengan rekan sejawatnya.

Read  Polsek Juwana Gelar Operasi Gabungan 3 Pilar Antisipasi Tawuran Pelajar

Oknum STR diduga selalu membuat kegaduhan – kegaduhan, menekan Kepala Sekolah dengan mengatakan bahwa Korwil adalah Kepala dari Kepala Sekolah dan Guru, untuk menakut nakuti Guru dan Kepsek ( lihat Perbup apakah benar? ). Juga ada kasus diduga merayu salah satu guru wanita wiyata.

Dan oknum STR ini juga sering melakukan usulan menggeser, mengganti yang bukan kewenangannya, sebagai contoh menggantikan guru wiyata yang tergeser P3K di suatu sekolah dengan ASN diluar Kecamatan Pati dengan imbalan uang. Juga membawa / memasukkan THL yang diduga meminta jasa menggunakan imbalan uang diluar batas umum, juga usulan mutasi, pengampuan kepala sekolah maupun pengangkatan kepala sekolah. Semua dilakukan ABS dengan imbalan uang.

Lagi-lagi kegaduhan terjadi di Korwilcam Pati terjadi kekosongan kepala sekolah di SD Semampir Kec. Pati per 1 Agustus purna, dan sudah terjadi 2 hari perhari ini, selasa 02 Agustus 2022 tidak ada kepala sekolah. Calon Plt. Kepala sekolah yang sudah ditunjuk, beberapa waktu yang lalu tiba-tiba dibatalkan sepihak oleh Korwilcam yang selalu mengatasnamakan pejabat dari Dinas Pendidikan dalam hal ini kata STR perintah Kabid GTK karena akan ada penunjukan langsung kepala sekolah yang diangkat baru.

Team dan Awak Media hingga kini belum bisa mengkonfirmasi langsung kepihak Disdikbud, baik Kadinas maupun Kabid yang membawahinya karena kesibukannya.
(Tim)

error: Content is protected !!